Pantura Hosting

Pantura Hosting

Advertisment

Klasemen Sepakbola

Statistik Website

mod_mod_visitcounterVisitors Online15
mod_mod_visitcounterHits4763300
mod_mod_visitcounterToday91
mod_mod_visitcounterYesterday1588
mod_mod_visitcounterThis week3201
mod_mod_visitcounterThis month19837
mod_mod_visitcounterAll days1016888

Kekalahan Messi dan Kutukan Ballon d'Or

Rating: 4.2/10 (73 votes cast)
Viva Bola
Kekalahan Messi dan Kutukan Ballon d'OrLionel Messi bersama Cristiano Ronaldo (REUTERS/Arnd Wiegmann)

Gagal meraih trofi Ballon d'Or lima kali beruntun ternyata tidak meninggalkan kekecewaan bagi Lionel Messi. Justru, pemain mungil asal Argentina itu lega terhindar dari kutukan.

Selama ini Ballon d'Or dianggap kutukan bagi pemenangnya. Pasalnya, peraih gelar pemain terbaik di dunia itu tidak pernah mampu menjuarai Piala Dunia di tahun berikutnya. Fakta berbicara seperti itu. Jauh sebelum Cristiano Ronaldo meraih Ballon d'Or 2013, sejumlah pesepakbola papan atas sempat merasakan "kutukan" penghargaan individual itu.

Gianni Rivera gagal membawa Italia melaju ke final Piala Dunia 1970. Kemudian, Roberto Baggio tidak mampu mengantarkan Italia meraih juara Piala Dunia 1994 setelah di final kalah adu penalti dari Brasil. Sialnya, sebagai eksekutor terakhir, Baggio gagal mencetak gol.

Momen serupa juga dirasakan Ronaldo Luiz Nazario da Lima. Ronaldo meraih Ballon d'Or 1997, dan kemudian tampil buruk di final Piala Dunia 1998 setelah Brasil timnya dijungkalkan tuan rumah Prancis 0-3.

Messi sendiri merasakan kutukan itu. Pada 2009, dia merebut penghargaan individual tersebut dan hasilnya, Argentina hanya mampu menembus babak perempat final Piala Dunia 2010 usai ditekuk Jerman 0-4.

Berangkat dari catatan sejarah itu, Messi lega karena kutukan serupa tidak membayanginya lagi. Terutama saat tampil membela Argentina di Piala Dunia 2014. "Seperti Anda katakan, setiap pemenang penghargaan ini tidak akan mampu memburu gelar juara Piala Dunia. Saya pernah merasakannya di 2010," kata Messi berkelakar.

Ballon d'Or 2013 jatuh ke tangan Cristiano Ronaldo. Penyerang asal Portugal milik Real Madrid itu mendapatkan 1365 suara, diikuti Messi sebanyak 1205 suara, dan Franck Ribery lewat 1127 suara.

Meski harus menyerahkan Ballon d'Or ke tangan Ronaldo, Messi secara sportif memberikan selamat untuk rival terberatnya itu."Saya puas dengan semua ini. Ronaldo memang layak mendapatkannya dan semua kegembiraannya itu hal yang alami," ujar Messi lagi dikutip La Stampa.

Messi Menanti Trofi Besar

Meski gagal merebut gelar individual Ballon d'Or, Messi tidak semestinya berkecil hati karena trofi besar di depan mata telah menanti. Messi berpeluang besar meraih trofi La Liga bersama Barcelona. El Barca saat ini menempati peringkat pertama klasemen La Liga dengan 50 poin.

Selain La Liga, jebolan Akademi La Masia itu masih punya kesempatan untuk mengantarkan Barcelona meraih gelar Liga Champions. Barcelona sukses menapaki babak 16 besar Liga Champions. Di fase knock-out, ketangguhan Barcelona mendapat ujian dari Manchester City.

Puncaknya, Messi memiliki kans besar membawa timnas Argentina merajai dunia lewat Piala Dunia 2014 di Brasil. Piala Dunia memang menjadi prioritas Messi setelah merebut beragam gelar bergengsi.
"Mimpi untuk memenangi Piala Dunia dan Copa America? Itulah yang saya lewatkan dan saya yakin akan memenangkannya," kata Messi beberapa waktu lalu.

Messi pun sempat menyatakan, trofi Piala Dunia lebih penting dibanding Ballon d'Or. "Jika diminta memilih mendapatkan Ballon d'Or kelima atau meraih Piala Dunia bersama Argentina, saya lebih memilih Piala Dunia. Saya merasa akan berguna bagi negara,"katanya kepada Corriere della Sera.

Pemain yang mengawali kariernya di Newell's Old Boys itu menyatakan, kekecewaan besar bila kembali gagal merebut Piala Dunia."Jika kehilangan gelar Piala Dunia lagi, merupakan sebuah pukulan untuk saya ," tutur Messi.

Berita Terkait : Olahraga