Pantura Hosting

Pantura Hosting

Advertisment

Klasemen Sepakbola

Statistik Website

mod_mod_visitcounterVisitors Online29
mod_mod_visitcounterHits2758273
mod_mod_visitcounterToday338
mod_mod_visitcounterYesterday3153
mod_mod_visitcounterThis week12667
mod_mod_visitcounterThis month47888
mod_mod_visitcounterAll days729020

ARB Ziarah ke Makam "Proklamator" Gorontalo

Rating: 3.7/10 (95 votes cast)
ARB Ziarah ke Makam "Proklamator" Gorontalo(VIVAnews/Arif Hidayat)

Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie berziarah ke makam Nani Wartabone, Pahlawan Nasional asal Gorontalo, di Desa Swawa, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo, Sabtu 18 Januari 2014.

ARB (panggilan akrabnya) yang datang bersama istri, Tatty Murnitriati, didampingi Ketua DPD Partai Golkar sekaligus Gubernur Gorontalo Rusli Habibie dan Fadel Muhammad --mantan Gubernur Gorontalo, mantan Menteri Kelautan dan Perikanan dan kini menjadi calon legislator Partai Golkar untuk daerah pemilihan provinsi tersebut. Turut pula menemaninya, Ketua DPP Partai Golkar Bidang Pemenangan Pemilu Wilayah Sulawesi Nurdin Halid, dan anggota Fraksi Partai Golkar DPR Roem Kono.
Putra sulung ARB, Anindya Bakrie, dan menantunya yang merupakan istri Ardiansyah Bakrie, yaitu Prianti Nur Ramadhani alias Nia Ramadhani, turut berziarah di makam itu.

Sebelum berziarah, ARB bersilaturahmi dengan anak-cucu Nani Wartabone di rumah keluarga besar yang satu komplek dengan makam. Setelah itu, dipandu tokoh agama setempat, ia berdoa dan menabur bunga di pusara sang pahlawan.

Dikutip dari Wikipedia, Nani Wartabone lahir di Gorontalo pada 30 Januari 1907 dan wafat 3 Januari 1986. Ia dianugerahi dianugerahi gelar Pahlawan Nasional pada 2003 oleh Presiden Megawati Sukarnoputri.

Tiga tahun sebelum proklamasi kemerdekaan Indonesia, Nani Wartabone bersama masyarakat setempat terlebih dulu memproklamasikan kemerdekaan Gorontalo, yaitu pada 23 Januari 1942.

Setelah tentara Sekutu dikalahkan Jepang pada Perang Asia-Pasifik, Belanda merencanakan pembumihangusan Gorontalo yang dimulai pada 28 Desember 1941 dengan mulai membakar gudang-gudang kopra dan minyak di Pabean dan Talumolo.

Nani Wartabone dan rakyat Gorontalo mencoba menghalanginya dengan menangkapi para pejabat Belanda yang masih ada di Gorontalo. Pada 23 Januari, dimulai dari kampung-kampung di pinggiran kota Gorontalo seperti Suwawa, Kabila, dan Tamalate, Nani Wartabone dan rakyat Gorontalo bergerak mengepung kota. Pukul lima subuh, Komandan Detasemen Veld Politie, WC Romer, dan beberapa kepala jawatan yang ada di Gorontalo, menyerah.

Seusai penangkapan, Nani Wartabone memimpin langsung upacara pengibaran bendera Merah Putih yang diiringi lagu Indonesia Raya di halaman Kantor Pos Gorontalo. Peristiwa itu berlangsung pada pukul sepuluh siang, dan Nani Wartabone sebagai inspektur upacaranya.

Di hadapan massa rakyat, ia berpidato: "Pada hari ini, tanggal 23 Januari 1942, kita bangsa Indonesia yang berada di sini sudah merdeka, bebas, lepas dari penjajahan bangsa mana pun. Bendera kita yaitu Merah Putih, lagu kebangsaan kita adalah Indonesia Raya. Pemerintahan Belanda sudah diambil oleh Pemerintah Nasional. Agar tetap menjaga keamanan dan ketertiban."

Sore harinya, Nani Wartabone memimpin rapat pembentukan Pucuk Pimpinan Pemerintahan Gorontalo (PPPG) yang berfungsi sebagai Badan Perwakilan Rakyat (BPR) dan Nani dipilih sebagai ketuanya.

Empat hari kemudian, Nani Wartabone memobilisasi rakyat dalam sebuah rapat raksasa di Tanah Lapang Besar Gorontalo. Tujuannya adalah mempertahankan kemerdekaan yang sudah diproklamasikan itu dengan risiko apa pun.

Safari ARB
Kunjungan ini merupakan bagian dari safari ARB. Dia akan melakukan serangkain kegiatan di Gorontalo hari ini hingga Minggu, 19 Januari 2013. Di antaranya, temu kader sekaligus pembekalan calon legislator Partai Golkar se-Provinsi Gorontalo, jalan sehat dan senam bersama 20 ribu masyarakat Gorontalo, serta kuliah umum kewirausahaan dan kemandirian ekonomi di Universitas Gorontalo. (eh)

Berita Terkait : Berita Terkini